Panel – J Paguyuban Nelayan Jepara Bersiap Demo Terkait Susahnya Memperoleh BBM

Jepara, suarakritis.net – Panel – J atau Paguyuban Nelayan Jepara mengajukan surat pemberitahuan ke Polres Jepara tembusan ke Bupati Jepara, DPRD Jepara dan Kodim 0719/Jepara tentang rencana unjuk rasa oleh nelayan sebanyak  800 orang yang berasal dari 7 (tujuh) Kecamatan.

Rencananya demo oleh Panel – J akan dilaksanakan pada Hari Rabu 28/9/2022 jam 10.00 WIB – selesai ke Pendapa Kabupaten Jepara dan peserta unjuk rasa melanjutkan jalan kaki menuju gedung DPRD Kabupaten Jepara.

Unjuk rasa ini terkait nasib nelayan yang tidak ada kepastian tentang pasokan BBM terutama solar atau Bio Solar.

“Dalam rapat diskusi dan musyawarah pengurus Paguyuban Nelayan Jepara disingkat Panel – J dengan perwakilan nelayan tanggal 15/9/2022 di Jl. Cik Lanang No. 19, Kelurahan Jobokuto. Kami dari perwakilan nelayan di 7 (tujuh) Kecamatan Jepara siap berunjuk rasa,” ujar Haris Susanto kepada awak media, Jum’at 23/9/2022 melalui sambungan WhatsApp.

Perwakilan nelayan berasal dari Kecamatan Donorojo, Keling, Bangsri, Mlonggo, Tahunan, Kedung dan Jepara.

Penanggung jawab kegiatan unjuk rasa yaitu Haris Susanto Ketua Paguyuban Nelayan Jepara atau Panel – J, Satrio AW Koordinator Lapangan, Sukahar (Sekretaris Panel – J) Wakil Koordinator, Supratno Pengerahan Massa dan Budi sebagai Pengendali Massa.

Baca juga:  PDRI Jepara dan PKK Gawe Rejo, Rayakan HUT Kemerdekaan RI ke 77 dan Jelang HUT ke 21 Partai Demokrat

Haris Susanto Ketua Panel – J mewakili nelayan menerangkan, kalau profesi nelayan dalam kesehariannya memerlukan perhatian yang sungguh – sungguh dari berbagai pihak.

Sementara saat ini ketersediaan pasokan BBM jenis solar dan bio solar buat nelayan dirasakan meresahkan dan merugikan nelayan, serta dugaan tidak adanya aturan baku yang berpihak kepada nelayan.

“Jadi unjuk rasa ini, terkait penyampaian aspirasi atas ketidakpuasan yang dirasakan nelayan. Maka kami rencanakan mengadakan unjuk rasa,” pungkas Haris Susanto kepada awak media.

Ironis dan tragis, Kabupaten Jepara yang sejak era Ratu Kalinyamat terkenal dalam jejak sejarah Maritim Nusantara, namun sekarang nasib nelayan di Kabupaten Jepara  sudah menyedihkan dan mengenaskan.

“Hanya sekedar mendapatkan solar buat nelayan melaut dan memenuhi kebutuhan hidupnya saja sangat susah. Bagaimana negara kita bermimpi akan menjadi poros maritim dunia,” pungkas Haris Susanto.

SP-JPR

Tags: , ,