Kasus Suap, Wadir RSUD Ciawi Ngaku Beri Uang Rp200 Juta ke Ihsan Ayatullah Atas Perintah Rahmat Yasin 

Bandung, SuaraKritis.net – Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK hari ini menghadirkan 10 saksi sidang perkara dugaan suap dengan terdakwa Bupati nonaktif Kabupaten Bogor, Ade Yasin. Salah satunya Wakil Direktur (Wadir) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi Yukie Meistisia Ananda Putri.

Yukie Meistisia Ananda Putri, salah satu saksi dalam persidangan kasus Suap Auditor BPK Jawa Barat mengatakan, pihaknya diminta uang oleh terdakwa Ihsan Ayatullah sama dengan permintaan Rachmat Yasin (RY).

“Terkait arahan dan usulan dari Ihsan Ayatullah untuk menyiapkan sejumlah uang untuk suap Auditor BPK langsung disiapkan. Karena yang saya tahu ketika Ihsan menyuruh, sama saja dengan perintah Rachmat Yasin,” beber Yukie saat menjawab pertanyaan Hakim Ketua Hera Kartiningsih dalam persidangan yang digelar di Ruang IV R.Soebekti, Pengadilan Tipikor Bandung, Senin, 15 Agustus 2022.

Yukie menjelaskan, permintaan uang dari Ihsan berawal adanya Pemeriksaan Keuangan oleh BPK jawa barat tahun anggaran 2021. Lalu ihsan mmengharuskan pihaknya menyediakan uang senilai Rp200 juta.

“Untuk Proyek RSUD Ciawi diminta oleh Ihsan menyediakan uang sebanyak Rp200 juta untuk antisipasi adanya temuan BPK Jawa Barat,” ungkapnya.

Baca juga:  Hindari Krisis Listrik, JERA Jepang Hidupkan Kembali Unit Daya Tua Kedua di Anegasaki

Akhirnya, sambung Yukie, karena melihat Ihsan yang diyakini sebagai kepanjangan dari Rahmat Yasin maka pihaknya menyiapkan uang yang diminta dengan cara patungan.

“Kami patungan, sampai uang terkumpul Rp200 juta yang diberikan kepada Ihsan dengan harapan bisa selesai permasalahan tersebut,” katanya.

Menurutnya, pemberian uang tersebut dilakukan secara bertahap menjadi dua kali. Pertama, 15 Februari dan yang kedua 20 Februari sebesar Rp100 juta, kemudian untuk yang 100jt selanjutnya pada bulan Februari 2022 jadi total 200jt hasil dari patungan tiga orang.

“Uang yang terkumpul dari hasil patungan tiga orang yakni, Dirut RSUD Ciawi sebesar Rp80 juta, Saya Rp60 Juta dan Fitri Winastri Rp60 juta. Itupun juga dari uang simpanan pribadi,” jelasnya.

Kemudian, uang yang terkumpul tersebut ia berikan kepada Irman Gafur selaku Kasubag Kepegawaian RSUD Ciawi untuk diserahkan kepada Ihsan Ayatullah.

“Uang tersebut saya berikan kepada Irman Gafur untuk diserahkan kepada ihsan. Lalu Ihsan memberitahu saya melalui telephon bahwa uang yang saya titipkan sudah diterima Ihsan,” tandasnya. (*)

 

Editor: refer

Tags: , , ,